TIMES Indonesia
Building - Inspiring - Positive Thinking
Pendidikan

Menristekdikti Dorong Akademi Komunitas Miliki Lebih Banyak Dosen dari Industri

10/10/2019 - 22:51 | Views: 870
Menristekdikti Mohamad Nasir saat meninjau hasil budidaya perikanan oleh pelajar SMK Pelayaran dan Perikanan Puger, Kamis (10/10/2019). (foto: Dody Bayu Prasetyo/TIMES Indonesia)

TIMESJEMBER, JEMBER – Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mendorong akademi komunitas memiliki lebih banyak dosen dari kalangan industri daripada dari akademisi.

"Saya ingin SMK dan akademi komunitas kualitasnya ditingkatkan. Dosennya harus dari industri. Jangan dari akademisi semua," kata Nasir usai meresmikam Akademi Komunitas Asshuniyah SMK Perikanan dan Perkapalan Puger di Kecamatam Puger, Jember, Jawa Timur, Kamis (10/10/2019).

Nasir menerangkan bahwa hal tersebut mengingat akademi komunitas merupakan salah satu bentuk pendidikan tinggi vokasi yang mengedepankan keahlian terapan.

"Jadi prakteknya lebih banyak yakni 70 persen, sedangkan sainsnya (teorinya, Red) 30 persen," ujarnya.

Nasir juga menambahkan bahwa dengan adanya akademi komunitas di SMK Perkapalan dan Perikanan Puger, lulusannya akan semakin mudah terserap di dunia industri.

"Karena setelah lulus nggak perlu diberi pelatihan lagi karena sudah langsung mendapatkan sertifikat kompetensi. Oleh karena itu guru atau dosennya harus terdiri dari akademisi dan industri," imbuhnya.

Sementara itu, Kepala SMK Perkapalan dan Perikanan Puger Kuntjoro Dhiya'Uddin menerangkan bahwa pendirian akademi komunitas di SMK yang dipimpinnya bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas lembaga pendidikan serta peserta didiknya.

"Itu targetnya," kata Kuntjoro saat ditemui di ruang kerjanya.

Dia menuturkan, Akademi Komunitas Asshuniyah yang baru saja diresmikan terdiri dari dua gedung kampus. Kampus pertama berada di Kencong, sedangkan kampus kedua berada satu komplek dengan SMK Perkapalan dan Perikanan Puger.

Jumlah jurusan di akademi komunitas yang baru ini ada lima. Yakni Nautika Kapal Ikan, Teknik Kapal Ikan, Pengelolaan Hasil Ikan Laut, Budidaya Air Laut dan Payau, dan Desain Perikanan. Masing-masing jurusan dapat menerima 25 hingga 30 mahasiswa.

"Akademi komunitas harus berbasis pada SMK yang kuat. Standar kami sudah standar internasional dan telah lolos kompetensi," ungkap dia.

Kuntjoro menambahkan bahwa masa perkuliahan di Akademi Komunitas Asshuniyah direncanakan dimulai tahun ini. "Saat ini, kami fokus dulu untuk menarik mahasiswa baru," imbuhnya usai mendampingi Menristekdikti Mohamad Nasir. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Jurnalis : Dody Bayu Prasetyo
Editor : Dody Bayu Prasetyo
Publisher : Ahmad Rizki Mubarok
Copyright © 2019 TIMES Jember
Top

search Search