TIMES Indonesia
Building - Inspiring - Positive Thinking
Kopi TIMES

Daging Sehat Rendah Kolesterol, Bagaimana Menghasilkannya?

14/09/2019 - 07:34 | Views: 17.20k
Eko Saputro, Widyaiswara BBPP Batu (Grafis:TIMES Indonesia)

TIMESJEMBER, BATU – PENYAKIT kardiovaskuler (PKV) merupakan penyakit yang paling sering menjadi penyebab kematian dan kecacatan di negara-negara berkembang.

PKV yang paling sering menyerang usia produktif adalah penyakit jantung koroner (PJK). Gangguan yang mendasari terjadinya PJK adalah aterosklerosis.

Atherosklerosis adalah penebalan dinding pembuluh darah sehingga mengakibatkan penyempitan dan pengerasan pembuluh darah arteri yang diakibatkan adanya kondisi hiperlipidemia atau keadaan meningkatnya kadar lipid darah yang ditandai dengan peningkatan kadar trigliserida, kolesterol low density lipoprotein (LDL) dan kolesterol total di dalam darah. Faktor resiko utama adalah peningkatan kadar kolesterol, khususnya LDL.

Panggang-BBQ-3.jpgDaging BBQ / Beef Steak. (FOTO: AJP/TIMES Indonesia)

Ada beberapa hasil penelitian yang telah berhasil menghasilkan daging sehat yang rendah kolesterol. Intinya para peneliti tersebut memanipulasi biosintesis kolesterol dalam tubuh ternak ruminansia ataupun unggas.

Dapat dirangkum cara manipulasi biosintesis kolesterol tersebut diantaranya:
1) suplementasi tembaga dalam ransum
2) suplementasi sabun kalsium mengandung asam lemak tak jenuh dalam ransum
3) suplementasi saponin dalam ransum
4) pemberian pakan soluble dietary fiber (SDF) atau serat larut air
5) suplementasi ekstrak jahe dalam ransum
6) suplementasi fitosterol dalam ransum
7) suplementasi flavonoid dalam ransum

Mekanisme penurunan biosintesis kolesterol dalam sel hati ternak ada 3 cara, yakni:

Hidangan-Rib.jpgHidangan Tumis Daging. (FOTO: AJP/TIMES Indonesia)

(1) keluarnya kolesterol  dari  membran  sel  ke lipoprotein  yang  mengandung  sedikit kolesterol  khususnya  HDL3  atau  HDL  nasen  yang  dirancang  oleh  enzim LCAT  (Lecithin Cholesterol Acyltranferase)

(2) esterifikasi  kolesterol oleh enzim ACAT (acyl CoA: Cholesterol Acyltranferase) dan

(3) penggunaan kolesterol untuk sintesis senyawa-senyawa steroid lainnya seperti hormon atau asam empedu di hati. Demikian Eko mendetailkan lebih dalam penjelasannya kepada wartawan Times Indonesia. (*)

Pemilahan-Potongan-Potongan-Utama.jpgBeef Cuting oleh Butcher. (FOTO: AJP/TIMES Indonesia)

*) Eko Saputro, Widyaiswara BBPP Batu

*)Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggungjawab penulis, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi timesindonesia.co.id

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Jurnalis :
Editor : AJP-5 Editor Team
Publisher : Sofyan Saqi Futaki
Copyright © 2019 TIMES Jember
Top

search Search