TIMES Indonesia
Building - Inspiring - Positive Thinking
Berita

Tidak Transparan Urus Kas Warga, Ketua RW di Jember Dituntut Mundur

13/08/2019 - 19:56 | Views: 1.11k
Ketua RW 031 Tumpengsari Budi Santoso saat menjelaskan soal tuduhan warga kepadanya dalam pertemuan di kantor Kelurahan Tegal Besar, Selasa (13/8/2019). (foto: Dody Bayu Prasetyo/TIMES Indonesia)

TIMESJEMBER, JEMBER – Puluhan warga RW 031 Tumpengsari, Kelurahan Tegal Besar, Kecamatan Kaliwates, Jember mendatangi Kantor Kelurahan Tegal Besar, Selasa (13/8/2019).

Kedatangan mereka untuk menuntut Ketua RW 031 Budi Santoso mundur. Alasannya, Budi dianggap tidak transparan dalam mengelola kas atau iuran warga. Serta mempersulit urusan administrasi warga.

Pertemuan tersebut ditengahi oleh Muspika setempat. Yakni Lurah Tegal Besar Anto Purwanto, Babinsa Tegal Besar Serka Selamet Hariyadi, dan Bhabinkamtibmas Tegal Besar Bripka Raynal Fransnata Pangemanan.

Jember-2.jpg

Miskali, perwakilan warga yang menuntut ketua RW 031 mundur tersebut mengatakan bahwa selama ini pengelolaan iuran yang dikumpulkan dari warga tidak pernah transparan.

"Apalagi da kenaikan iuran sampah dari Rp 7.000 menjadi Rp 10.000 dilakukan sepihak tanpa koordinasi dengan warga," kata Miskali saat menghadiri pertemuan itu.

Alasan lainny, Budi Santoso dituding menggunakan sebagian lahan makam untuk kepentingannya sendiri.

"Dia menanam pohon di makam untuk dijual," tuturnya.

Karena hal tersebut, Miskali dan puluhan warga lainnya mendesak Budi Santoso untuk mundur dari posisinya sebagai Ketua RW 031.

Di lain pihak, Ketua RW 031 Tumpengsari Budi Santoso menepis tuduhan soal dirinya tidak transparan dalam mengelola kas warga.

Jember-3.jpg

Dia menegaskan bahwa pemasukan dan pengeluaran uang kas telah dicatat rapi dan dapat dipertanggungjawabkan.

"Semuanya ada di buku ini," ujarnya seraya menunjukkan buku kas kepada wartawan.

Soal kenaikan besaran iuran warga, Budi mengaku telah mengadakan pertemuan dengan sejumlah warga. Dan telah menyosialisasikannya.

Namun, dia mengaku upaya sosialisasi tersebut kurang maksimal.

"Saya akui saya kurang menyosialisasikannya kepada warga karena saya nggak punya media. Karang Taruna yang pernah saya bentuk untuk membantu menyosialisasikannya sekarang bubar," tuturnya mengaku.

Kendati demikian, dirinya enggan untuk mundur dari jabatannya sebagai Ketua RW 031.

"Karena saya merasa tidak melakukan pelanggan dalam pengelolaan kas warga dan lainnya," tegas Budi.

Sementara itu, Lurah Tegal Besar Anto Purwanto menerangkan bahwa aspirasi warga ynag menuntut Budi Sontoso mundur sebagai Ketua RW 031 tidak serta merta dapat dilakukan.

Pasalnya, pemberhentian seseorang sebagai Ketua RW sebelum habis masa jabatannya telah diatur dalam Perda Nomor 4 Tahun 2006. Yakni meninggal dunia, mundur atas permintaan sendiri, tidak memenuhi syarat sebagai Ketua RW, pindah tempat tinggal dari RW yang bersangkutan, dan karena sebab lain yang bertentangan dengan undang-undang.

Karena itu, pihaknya akan segera membawa persoalan tersebut untuk dibahas ke tingkat yang lebih tinggi, yakni ke tingkat pemerintah kecamatan hingga Pemerintah Kabupaten Jember.

"Sementara ini, untuk menenangkan situasi kami akan turun ke lapangan untuk membantu menuntaskan persoalan warga," imbuh dia.

Meski diwarnai dengan interupsi dan protes warga, pertemuan antara warga dan Muspika Tegal Besar, Jember berlangsung aman. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Jurnalis : Dody Bayu Prasetyo
Editor : Dody Bayu Prasetyo
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan
Copyright © 2019 TIMES Jember
Top

search Search