TIMES Indonesia
Building - Inspiring - Positive Thinking
Berita

Hina Almarhum Mbah Moen dan NU di Facebook, Pemuda Asal Malang Minta Maaf

10/08/2019 - 14:42 | Views: 30.73k

TIMESJEMBER, MALANG – Pemilik akun facebook yang menghina almarhum KH Maimun Zubair atau Mbah Moen dan NU (Nahdlatul Ulama) di akun miliknya akhirnya mengakui kesalahannya dan meminta maaf.

Adalah Fulvian Daffa Umarela, pemuda asal Dusun Krajan, Desa Kedungsalam, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Ia menyampaikan secara tertulis dan terbuka dengan didampingi orang tuanya di Kantor PCNU Kota Malang, Jumat (9/8/2019) malam.

Ia menyatakan permohonan maafnya dan mengakui kesalahannya dengan berjanji tidak akan mengulanginya lagi.

“Sehubungan dengan komentar saya di Facebook pada hari rabu tanggal 7 agustus 2019, sekitar pukul 11.25 wib. Saya memohon maaf kepada organisasi Muhammadiyah, NU, keluarga almarhum KH Maimun Zubair, keluarga saya sendiri dan seluruh umat islam di indonesia dan dunia. Saya bersungguh-sungguh tidak akan mengulanginya lagi. Apalagi saya mengulanginya lagi, saya siap dihukum sesuai undang-undang yang berlaku,” katanya secara terbuka.

Meskipun sudah meminta maaf secara tertulis dan terbuka, Ketua Barisan Kader GusDur Kota Malang, Dimas Dersi berasumsi bahwa pelaku terpapar aliran radikal. Sebab tidak ada raut penyesalan dari wajah pelaku.

Pihaknya juga mengambil langkah hukum kepada pelaku untuk mencegah konflik horizontal karena, pelaku membawa dua ormas terbesar di Indonesia, yakni NU dan Muhammadiyah.

"Hampir terjadi konflik horizontal, kesalahpahaman karena si A ini yang bersangkutan ini menggunakan akun dengan background Pemuda Muhammadiyah. Ini kan kita khawatir terjadi konflik horizontal," katanya.

Pelaku sendiri mengakui bahwa dirinya bukan bagian dari organisasi Muhammadiyah. Ia mengaku hanya sebagai simpatisan.

Sekretaris Pemuda Muhammadiyah Kota Malang, Edi Rudianto menjelaskan bahwa secara keanggotaan, pelaku tidak terdaftar di Muhammadiyah. Bahkan, garis struktur ke bawah juga tidak mengenali pelaku.

"Kami kurang memahami. Pada prinsipnya, faktanya yang bersangkutan tidak pernah menjadi warga Muhammadiyah. Tidak pernah masuk pada organisasi Muhammadiyah. Tidak mempunyai nomor baku Muhammadiyah. Tidak pernah ikut baitul arqam yang diselenggarakan oleh Muhammadiyah," bebernya.

Bahkan, Edi mendorong pihak kepolisian supaya kasus ini diselesaikan secara tuntas. "Kita mendorong kepolisian untuk melanjutkan perkara ini. Dites psikologi kepada anak ini apa yang sebenarnya menjadi persoalan kepada anak ini," imbuhnya.

Sebelumnya, pelaku mem-posting kalimat tak pantas yang berujung ujaran kebencian mengenai meninggalnya Mbah Moen dan NU.

"Turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas kematian si mumun zibair, alhamdulillah populasi NU berkurang, saya orang Muhammadiyah, gak ada gunanya saya berduka atas kematian orang NU," tulis Fulfian seperti yang tertera dalam laporan ke polisi.

Pemilik akun facebook yang menghina almarhum Mbah Moen dan NU ini sudah diamankan oleh jajaran Polres Malang Kota dan akan dilakukan pemeriksaan secara intensif selama 1x24. Saat ini, pelaku masih berstatus terperiksa. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Jurnalis : Mohammad Naufal Ardiansyah
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Ahmad Rizki Mubarok
Copyright © 2019 TIMES Jember
Top

search Search