TIMES Indonesia
Building - Inspiring - Positive Thinking
Berita

Ribuan Gajah Thailand Terancam Kelaparan Menyusul Pandemi Covid-19

01/04/2020 - 08:46 | Views: 15.93k
Gajah adalah andalan utama wisata di Thailand dan kini banyak berdiam diri di tempat perlindungan terutama di Thailand Utara. (FOTO: BBC)

TIMESJEMBER, THAILAND – Ribuan gajah di Thailand terancam kelaparan menyusul merosotnya jumlah kunjungan wisata akibat pandemi virus Corona (Covid-19) saat ini.

Para konservasionis di Thailand menyebutkan, lebih dari 1000-an gajah akan menghadapi kelaparan karena krisis Covid-19 telah memangkas jumlah pendapatan pariwisata.

Kehadiran pengunjung yang hampir total berhenti, berarti banyak pengasuh gajah yang berjuang untuk membeli makanan untuk 4.000 ekor gajah. Apalagi hewan-hewan itu bisa makan hingga 200 kg makanan sehari.

Pada Senin (30/3/2020), Thailand melaporkan 127 kasus Covid-19 baru sehingga menjadikan total negara ini mencatat 1.651 kasus.

Dikutip dari pendiri Save Elephant Foundation, Lek Chailert kepada BBC mengatakan, "Jika tidak ada pemasukan untuk menjaga mereka tetap aman, gajah-gajah ini, yang beberapa di antaranya sedang hamil, akan mati kelaparan atau mungkin dibawa ke jalan untuk mengemis."

Alternatifnya, kemungkinan gajah-gajah itu akan dijual ke kebun binatang atau dikembalikan ke bisnis penebangan liar, yang secara resmi melarang penggunaan gajah pada 1989. "Ini prospek yang sangat suram, kecuali ada bantuan keuangan," tambah Lek Chailert.

Merupakan tantangan untuk menjaga hewan diberi makan dan sehat pada saat-saat terbaik, tetapi sekarang ini musim kemarau, yang membuat situasinya menjadi lebih ekstrem.

Kerri McCrae, yang mengelola Suaka Gajah Kindred Spirit di Mae Chaem, di utara Thailand, mengatakan penduduk desa yang tinggal di dekatnya telah membawa sekitar tujuh gajah kembali ke daerahnya karena mereka tidak lagi menerima uang dari pariwisata.

"Memberi makan gajah adalah prioritas tetapi masalahnya adalah tidak ada hutan yang tersisa untuk memberi makan mereka," jelasnya.

McCrae, warga Irlandia Utara dan salah satu pendiri cagar alam, biasanya harus berkendara hingga tiga jam sehari untuk menemukan cukup rumput dan batang jagung untuk memberi makan lima gajah dalam perawatannya.

Dia mengatakan pengasuh gajah lokal terpaksa melakukan hal yang sama.

Gajah yang bahagia, kata Kerri McCrae, biasanya mengayunkan ekornya atau mengepakkan telinganya atau bahkan memberi diri mereka mandi debu agar tetap dingin. Tapi gajah menjadi depresi ketika mereka lapar, dan tidak ada perilaku bahagia yang akan ditampilkan.

"Skenario kasus terburuk adalah bahwa pemilik harus memilih antara mereka dan gajah mereka. Orang-orang di sini tidak punya banyak, tetapi mereka melakukan apa yang diperlukan untuk menjaga gajahnya agar tetap hidup untuk saat ini," tambahnya.

Thailand, yang mengandalkan pariwisata untuk sebagian besar pertumbuhan ekonominya, terpaksa menutup perbatasannya dari semua turis karena sebagian besar negara itu terkunci akibat wabah virus Corona (Covid-19) saat ini. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Jurnalis : Widodo Irianto
Editor : Ronny Wicaksono
Publisher : Sofyan Saqi Futaki
Sumber : TIMES Indonesia
Copyright © 2020 TIMES Jember
Top

search Search